Bank NTT Bantu Mahasiswa Terdampak Gempa, Siapkan Program Magang Berinsentif

Terkini 22 Sep 2026 11:26 • 3 min read • 10 views • By Admin

Share berita ini

Bank NTT Bantu Mahasiswa Terdampak Gempa, Siapkan Program Magang Berinsentif
Ringankan Beban, Bukakan Jalan Masa Depan

RUTENG, Bidik NTT– Kepedulian PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terhadap mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai diwujudkan melalui bantuan dana pendidikan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng, Romi Radjalangu, kepada mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng, Senin (21/9/2026).


Sebanyak 20 mahasiswa yang rumahnya mengalami kerusakan total akibat bencana gempa menerima bantuan tunai masing-masing sebesar Rp2.500.000.
Charlie Paulus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank NTT terhadap mahasiswa yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.


Menurutnya, penentuan mahasiswa penerima bantuan diserahkan kepada pihak kampus sehingga bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.


“Bencana gempa ini tentu menimbulkan penderitaan bagi banyak pihak. Dalam situasi seperti ini, Bank NTT berupaya hadir memberikan dukungan kepada 20 mahasiswa di Unika St. Paulus Ruteng yang terdampak,” ujar Charlie.


Bank NTT Siapkan Program Magang Berinsentif


Selain bantuan pendidikan, Bank NTT juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui program magang berinsentif.


Program tersebut dirancang dengan tahapan pembekalan di dalam kelas mengenai pengelolaan keuangan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kerja secara langsung atau job training.
Selama mengikuti program, peserta juga akan memperoleh uang saku.


Charlie menjelaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.


Ke depan, Bank NTT berencana menyediakan lokasi magang di sejumlah wilayah Flores. Para peserta yang memiliki potensi juga berpeluang dipersiapkan menjadi bagian dari Bank NTT.


“Kami ingin meningkatkan kualitas pemuda dalam menghadapi dunia kerja. Melalui program ini, kami juga ingin menemukan talenta-talenta terbaik untuk dipersiapkan menjadi pegawai Bank NTT,” jelas Charlie.


Yayasan Beri Keringanan Uang Kuliah


Kepedulian terhadap mahasiswa terdampak gempa juga datang dari pihak Yayasan Santu Paulus Ruteng.
Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Romo Roling, menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT atas bantuan yang diberikan kepada mahasiswa.


Di sisi lain, yayasan telah mengambil langkah untuk meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan pengurangan uang kuliah.
Kebijakan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa, baik kategori rusak berat, sedang maupun ringan. Bahkan, kebijakan pemotongan uang kuliah tersebut diberlakukan bagi seluruh mahasiswa.


“Bantuan Bank NTT kami prioritaskan bagi 20 mahasiswa yang rumahnya roboh total. Sementara yayasan mengambil kebijakan pemotongan uang kuliah bagi mahasiswa yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang maupun ringan. Kebijakan ini juga berlaku untuk seluruh mahasiswa,” kata Romo Roling.


Ia juga menyambut positif program magang yang ditawarkan Bank NTT dan menyatakan dukungan Unika St. Paulus terhadap Bank NTT sebagai mitra strategis.


Bantuan Dibuka untuk Dosen Terdampak Gempa


Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga menyampaikan kondisi sejumlah dosen yang rumahnya ikut mengalami kerusakan akibat gempa.
Mendengar aspirasi tersebut, Charlie Paulus menyatakan Bank NTT membuka peluang bantuan bagi para dosen terdampak.
Bantuan dapat diakses melalui dompet sosial Bank NTT, sementara untuk kebutuhan lainnya juga terbuka peluang melalui skema kredit dengan berbagai kemudahan.


“Bank NTT memiliki dompet sosial yang dapat digunakan untuk membantu korban bencana. Dosen-dosen yang terdampak langsung silakan didaftarkan. Kami berkomitmen membantu meringankan beban para tenaga pendidik agar kegiatan akademik dapat segera kembali berjalan,” pungkas Charlie. (HT)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT