HKTI NTT Buka Babak Baru, Fernando Osorio Bawa Semangat Turun ke Sawah

Terkini 17 Sep 2026 06:47 • 3 min read • 9 views • By Admin

Share berita ini

HKTI NTT Buka Babak Baru, Fernando Osorio Bawa Semangat Turun ke Sawah
Turun ke Sawah, Hadir untuk Petani, Bangun Pertanian NTT

KUPANG, Bidik NTT – Angin perubahan berembus dari sektor pertanian Nusa Tenggara Timur. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTT memasuki babak baru setelah Fernando Jose Osorio Soares resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi NTT periode 2026–2031.


Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono, di Auditorium Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Rabu (16/9/2026).


Namun, momentum tersebut tidak berhenti pada seremoni pergantian kepemimpinan. Di tangan kepengurusan baru, HKTI NTT ingin mengubah cara kerja organisasi dengan lebih banyak turun langsung ke lapangan, mendengar persoalan petani, sekaligus mendorong solusi konkret bagi sektor agraris di 22 kabupaten/kota.


Dalam pidato perdananya, Fernando menegaskan bahwa HKTI NTT harus hadir sedekat mungkin dengan petani. Ia ingin organisasi tidak hanya aktif dalam forum dan agenda kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan dan perjuangan petani di desa-desa.


«“Semangat yang akan kami bawa adalah hadir di tengah-tengah petani, mendengarkan keluhan mereka, dan menjadi bagian dari solusi,” tegas Fernando.»


Menurut Fernando, tantangan pertanian NTT ke depan tidak bisa dijawab dengan pola-pola lama. Modernisasi pertanian yang berkelanjutan menjadi salah satu agenda penting, dengan mengintegrasikan teknologi, memperluas akses pembiayaan, memperkuat dukungan kebijakan, serta memastikan hasil produksi petani memiliki pasar yang jelas.


Ia juga memberi perhatian pada kondisi infrastruktur pertanian yang terdampak bencana. Salah satunya adalah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akibat gempa di Flores. Karena itu, Fernando berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan dan pemulihan sarana-prasarana pertanian di NTT dapat terus diperkuat.


Pertanian sebagai Kunci Masa Depan Ekonomi NTT


Semangat pembaruan yang dibawa HKTI mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan sektor strategis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat NTT.


Bagi Melki, ketiga sektor tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


«“Pertanian di NTT bukan lagi sekadar bagian dari proses pembangunan, tetapi menjadi penentu masa depan pertumbuhan ekonomi dan inklusivitas ekonomi NTT,” ujar Melki.»


Ia menilai HKTI memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam memastikan berbagai program pertanian benar-benar sampai dan dirasakan petani hingga tingkat desa.


Dengan potensi pertanian, peternakan, serta kekayaan vegetasi yang dimiliki NTT, Melki melihat peluang besar bagi daerah ini untuk mengambil peran lebih luas dalam ketahanan pangan nasional.


«“Kita bisa menjadi lumbung pangan nasional kalau bekerja bersama-sama,” pungkas Melki optimis.»


Pelantikan pengurus DPD HKTI NTT periode 2026–2031 tersebut kemudian ditutup dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Fernando mengajak seluruh jajaran pengurus, pemerintah daerah, masyarakat, hingga kalangan mahasiswa untuk mengambil bagian dalam membangun pertanian NTT.


Bagi kepengurusan baru HKTI NTT, babak baru ini bukan sekadar tentang organisasi, melainkan tentang bagaimana menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah petani—dari sawah, ladang, hingga desa-desa di seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur. (HT)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT