IWAPI NTT Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas, Garap Potensi Pangan hingga Pasar Digital

Terkini 22 Sep 2026 21:30 • 5 min read • 11 views • By HT

Share berita ini

IWAPI NTT Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas, Garap Potensi Pangan hingga Pasar Digital
Perempuan pengusaha NTT didorong memperkuat inovasi, ketahanan pangan, dan digitalisasi untuk membuka pasar yang lebih luas

KUPANG, Bidik NTT — Potensi ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini belum tergarap secara maksimal menjadi perhatian Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).


Memasuki usia organisasi yang ke-51 tahun, IWAPI mendorong semakin banyak perempuan NTT mengambil peran dalam penguatan ekonomi daerah, khususnya melalui inovasi, digitalisasi, dan pengembangan sektor pangan.


Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I IWAPI Provinsi NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa (22/9/2026).


Membuka kegiatan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa perubahan ekonomi global menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Menurutnya, inovasi dan kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi kunci agar produk NTT tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. “Kita harus bekerja dengan inovasi yang tinggi, melihat perkembangan digital. Suatu usaha harus konsisten di tengah perubahan, mempunyai nilai tambah, dan membuka lapangan kerja,” ujar Johni.


Ia mengatakan NTT memiliki kekayaan potensi ekonomi di berbagai sektor. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi produk yang memiliki kualitas, kemasan, serta daya saing yang lebih baik. “NTT punya banyak potensi. Tantangannya adalah potensi itu tidak berhenti pada ekonomi lokal, tetapi perlu dikembangkan dari sisi kualitas dan kemasan,” katanya.


Johni juga menekankan pentingnya memperkuat peran perempuan sebagai pelaku usaha. Ia berharap semakin banyak pengusaha perempuan di NTT yang tumbuh dan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.


Dari produk lokal menuju pasar yang lebih luas


Ketua IWAPI NTT, Ince Sayuna, mengatakan Rakerda I menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyusun arah kerja organisasi ke depan.


Menurut Ince, IWAPI NTT telah membangun berbagai kolaborasi dengan pemerintah, perbankan, dunia usaha, pemerintah kabupaten, hingga lembaga keagamaan. Kolaborasi tersebut telah melahirkan sejumlah produk pemberdayaan perempuan, di antaranya Beras Nona Bena, pengolahan air laut menjadi air tawar, garam beryodium, serta produksi anggur untuk kebutuhan perjamuan kudus.


Salah satu yang terus dikembangkan adalah Beras Nona Bena melalui kerja sama dengan Bank NTT. “Ini menjadi momentum untuk menyusun program IWAPI ke depan sekaligus mengevaluasi program yang sudah berjalan,” kata Ince. Selain pengembangan produk, IWAPI NTT juga mulai memperkuat kemampuan digital para anggotanya. Sekitar 700 pelaku UMKM telah mendapatkan pelatihan, sementara kerja sama dengan berbagai platform digital terus dikembangkan untuk membantu pelaku usaha memperluas pemasaran.


Langkah berikutnya adalah rencana pembukaan sebuah galeri yang akan menjadi ruang promosi dan pemasaran produk-produk unggulan pengusaha perempuan NTT. “Galeri ini diharapkan menjadi tempat untuk memperkenalkan hasil karya pengusaha perempuan NTT dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau, sekaligus membantu anggota untuk terus bertahan dan berkembang,” jelas Ince.


Cabai, bawang dan pangan jadi peluang strategis


Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi, melihat sektor pertanian dan pangan sebagai salah satu ruang besar yang dapat dimasuki lebih jauh oleh pengusaha perempuan NTT.


Menurut Nita, komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah. “Masih banyak potensi di NTT yang dapat kita kolaborasikan, terutama produk seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih. Ini sekaligus dapat mendukung upaya menekan inflasi,” ujarnya.


Dengan sekitar 96 persen anggota IWAPI merupakan pelaku UMKM, Nita menilai organisasi memiliki ruang yang besar untuk mendorong perempuan pengusaha terlibat dalam rantai ekonomi pangan, mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran. IWAPI pusat, lanjutnya, juga siap membantu memperluas pemasaran produk-produk unggulan NTT melalui jaringan IWAPI Digital dan berbagai platform media sosial.


“Pengusaha harus punya seribu satu akal. Kami berharap IWAPI di NTT dapat terus memperkuat kerja sama. IWAPI pusat siap mendukung pemasaran produk Beras Nona Bena dan produk-produk lainnya yang dihasilkan melalui kolaborasi,” kata Nita.


KADIN: Inovasi harus berjalan bersama digitalisasi


Ketua Umum KADIN Provinsi NTT, Bobby Liyanto, turut mengapresiasi pelaksanaan Rakerda I IWAPI NTT. Ia menilai perubahan ekonomi menuntut pelaku usaha untuk mampu membaca arah pasar dan beradaptasi dengan cepat. “Sebagai pengusaha, kita harus pandai melihat ke mana arah ekonomi bergerak. Karena itu, inovasi menjadi penting agar kita dapat beradaptasi dengan perubahan,” ujar Bobby.


Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, terutama bagi pelaku UMKM perempuan yang banyak menjalankan usaha dari rumah. “Pelatihan media sosial menjadi penting, khususnya bagi ibu-ibu IWAPI, karena media sosial saat ini merupakan salah satu sarana promosi yang sangat efektif,” katanya.


Bagi IWAPI NTT, Rakerda perdana ini bukan sekadar forum menyusun program kerja. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang memungkinkan pengusaha perempuan di berbagai pelosok NTT saling terhubung, berbagi akses, memperkuat kapasitas, dan membuka pasar baru. Dukungan lintas sektor menjadi modal penting untuk mewujudkan hal tersebut.


Sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Bank Indonesia Provinsi NTT, Bank NTT, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT, serta anggota IWAPI dari berbagai kabupaten/kota.


Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, IWAPI NTT kini membawa agenda yang lebih luas: mendorong perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai produksi, inovasi, ketahanan pangan, dan penggerak ekonomi daerah. (HT)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT