Menyambut Hari Kesaktian Pancasila: Kolaborasi PLN dan DLHK NTT Hadirkan Listrik Untuk 17 Desa di Pelosok NTT
Foto bersama General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono bersama jajarannya dengan Kepala DLHK Provinsi NTT, Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si. dan tim usai penandatanganan PKS untuk mendukung pemerataan akses listrik di NTT.
KUPANG, Bidik NTT — Menyambut peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmen pengamalan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan kawasan hutan untuk mempercepat Program Listrik Desa (Lisdes) di NTT pada Rabu (23/09) bertempat di Kantor PLN UIW NTT.
Acara penandatanganan PKS tersebut dihadiri langsung oleh General Manager PLN UIW NTT, Kepala DLHK Provinsi NTT, Senior Manager Perencanaan PLN UIW NTT, Manager Perencanaan Sistem Kelistrikan PLN UIW NTT, serta jajaran manajemen dari kedua pihak.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa kehadiran listrik hingga ke wilayah pelosok bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan wujud nyata keadilan dan kesejahteraan yang merata. Sebagai perpanjangan tangan negara, PLN terus berupaya agar tidak ada warga negara yang tertinggal dalam mengakses energi.
“PLN mengemban dua tugas utama: menjaga kesehatan perusahaan sekaligus menjalankan amanah negara untuk meratakan pembangunan. Peningkatan rasio elektrifikasi di NTT adalah bagian dari ikhtiar kami mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghadirkan terang bagi masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Eko.
Eko menjelaskan, sepanjang tahun 2025 PLN telah berhasil menyelesaikan pembangunan listrik desa di 158 lokasi di NTT. Melanjutkan amanah pemerintah pada 2026, salah satu kunci keberhasilan pembangunan jaringan kelistrikan yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan adalah kemudahan perizinan dan legalitas.
“Proses perizinan jaringan listrik yang menembus kawasan hutan kini melangkah ke tahapan yang sangat positif. Kerja sama dengan DLHK Provinsi NTT menjadi pondasi penting agar pembangunan infrastruktur listrik desa berjalan cepat, aman, dan berpayung hukum,” jelasnya.
Melalui PKS ini, terdapat 17 desa di lima kabupaten yang menjadi objek kerja sama, meliputi:
* *1 Desa* di Kabupaten Nagekeo
* *4 Desa* di Kabupaten Manggarai Barat
* *1 Desa* di Kabupaten Manggarai
* *2 Desa* di Kabupaten Kupang
* *9 Desa* di Kabupaten Sumba Timur
Jaringan listrik yang akan melintasi kawasan hutan ini membentang sepanjang 36,29 kilometer. Lingkup kerja sama mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV, Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) 380/220 Volt, pembangunan gardu distribusi, pemasangan tiang listrik, serta fasilitas pendukung lainnya.
Eko juga mengapresiasi DLHK Provinsi NTT yang senantiasa tanggap dan mendukung penuh percepatan legalitas infrastruktur kelistrikan masyarakat. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada DLHK Provinsi NTT. Sinergi antarlembaga ini membuktikan bahwa kelestarian lingkungan dan upaya menerangi negeri dapat berjalan selaras,” tegasnya.
Kepala DLHK Provinsi NTT, Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si, menyambut baik sinergi ini dan mengapresiasi proaktifnya PLN dalam mengurus perizinan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT PLN atas kerja sama dan koordinasi yang terjalin sangat baik, sehingga PKS ini dapat diselesaikan dengan lancar,” ungkap Sulastri.
Ia berharap proses perizinan untuk lokasi-lokasi lain yang tengah berjalan dapat segera rampung agar seluruh jaringan listrik desa di NTT memiliki kepastian hukum.
“Semoga lokasi lain yang masih dalam proses perizinan diberikan kelancaran dan selesai tepat waktu. Dengan demikian, seluruh pembangunan jaringan Listrik Desa di NTT memiliki legalitas yang lengkap dan membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kerja sama ini, PLN UIW NTT dan DLHK Provinsi NTT membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam gotong royong antarlembaga demi menghadirkan senyum terang bagi masyarakat di seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles