Peluang Jadi ASN Makin Terbatas, Wagub Johni Tantang Sarjana Ciptakan Lapangan Kerja

Terkini 24 Sep 2026 11:44 • 2 min read • 4 views • By HT

Share berita ini

Peluang Jadi ASN Makin Terbatas, Wagub Johni Tantang Sarjana Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar bukan sekadar ijazah, tetapi modal untuk berani berkarya dan menciptakan peluang

KUPANG, Bidik NTT — Gelar sarjana bukan jaminan untuk langsung mendapatkan pekerjaan. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan terbatasnya peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), para lulusan perguruan tinggi dituntut berani keluar dari pola pikir lama dan mulai menciptakan peluang sendiri.


Pesan tegas itu disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, saat memberikan sambutan dalam acara wisuda. Ia meminta para wisudawan tidak hanya menggantungkan masa depan pada lowongan ASN, tetapi mulai mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.


Menurut Johni, setiap pekerjaan memiliki tantangan masing-masing. Karena itu, apapun profesi yang dipilih, harus dijalankan dengan penuh komitmen, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar. “Apapun jenis pekerjaan, harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tetap terus belajar, sehingga selalu memberi yang terbaik dalam pelayanan di dunia pekerjaan,” ujar Johni.


Ia mengingatkan, peluang lulusan sarjana untuk menjadi ASN maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini semakin terbatas. Kondisi tersebut antara lain terlihat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT yang mengalami kelebihan jumlah pegawai, termasuk ASN dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Situasi ini, kata Johni, menjadi tantangan yang harus dipahami sejak dini oleh para wisudawan.


Lulusan perguruan tinggi perlu memiliki pilihan lain dan tidak menjadikan pekerjaan sebagai ASN satu-satunya tujuan setelah meraih gelar sarjana. “Jangan hanya berpikir untuk menjadi ASN. Kita harus berani berpikir untuk membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.


Johni berharap para wisudawan mampu mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta peluang. Dengan bekal ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, membaca kebutuhan masyarakat, serta menciptakan usaha yang dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.


Sementara itu, Ir. Abraham Paul Liyanto dalam sambutannya turut mengingatkan para lulusan agar mempersiapkan diri secara serius sebelum memasuki dunia kerja.


Menurutnya, pendidikan tinggi harus menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus mendorong lulusan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari perjuangan baru. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga karakter, kompetensi, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengambil peluang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

BidikNTT